STRATEGI PEMBELAJARAN

A'udzubilillahiminasyaithaanirrajim

Bismillahirahmanirahim

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh teman-teman yang di rahmati Allah. Apa kabarnya hari ini? Semoga selalu dalam lindungan Allah ya..

 

STRATEGI PEMBELAJARAN

 

Membicarakan masalah pendidikan, sudah barang tentu akan melibatkan banyak hal yang harus direnungkan. Sebab, pendidikan meliputi keseluruhan tingkah laku manusia yang dilakukan demi memperoleh kesinambungan, pertahanan dan peningkatan hidup. Untuk menghasilkan pendidikan yang baik, tentunya harus memiliki strategi dalam proses belajar mengajar (pembelajaran). Oleh karena itu penetapan strategi yang relevan merupakan suatu keharusan. Strategi pembelajaran yang tepat akan membina peserta didik (mahasiswa) untuk berfikir mandiri, kreatif dan sekaligus adaptif terhadap berbagai situasi yang terjadi dan yang mungkin terjadi. Karena penetapan strategi yang tidak tepat akan berakibat fatal. Sebab akan terjadi kontraproduktif dan berlawanan dengan apa yang ingin dicapai, misalnya seorang dosen mengajar agar mahasiswa menjadi kreatif, akan tetapi mengajar dengan cara-cara otoriter dan kaku. Maka dalam hal ini yang akan mengakibatkan kefatalan terhadap mahasiwa tersebut.

Dalam hal ini juga dikatakan, pengetahuan dan teori bagaimana berlari yang baik tentu saja akan menambah pemahaman seseorang tentang hal-ihwal berlari. Akan tetapi tori-teori tersebut tidak dapat membuat ia menjadi pelari yang baik apabila ia mencukupkan pada teori itu saja. Untuk mencapai hasil yang optimal, ia harus mendapatkan kesempatan guna mengaplikasikan teori-teori tersebut dan berlatih berlari tahap demi tahap dengan perbaikan-perbaikan seperlunya. Hal yang sama juga berlaku untuk pembelajaran yang lain, seperti kemampuan berpikir, keterampilan bergaul dan manajemen.

Dengan demikian, cara mengajar yang seperti ini bisa berlangsung apabila peserta didik (mahasiswa) secara leluasa dapat melatih kemampuannya dalam berbagai bentuk kegiatan. Proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas diharapkan mampu mem bantu proses belajar peserta didik dan merangsang serta mendorong mereka untuk secara mandiri aktif melakukan sesuatu. Oleh karena itu, ketika mempersiapkan perkuliahan, guru atau dosen harus memikirkan cara agar peserta didik (mahasiswa) memproses informasi yang disampaikan. Di sisi lain, guru atau dosen juga harus mempertimbangkan cara mengaitkan informasi yang disampaikan dengan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya oleh peserta didik (mahasiswa)-(piror knowledge)-. Dengan demikian, seluruh rangkaian proses pembelajaran mulai dari mendengar, beraktivitas dan berdiskusi diharapkan menjadi pengalaman yang berkesan kuat dan bermanfaat bagi peserta didik (mahasiswa).

 

Pengertian Strategi Secara Umum dan Khusus

 

Istilah Strategi mula-mula dipakai di kalangan militer dan diartikan sebagai seni dalam merancang (operasi) peperangan, terutama yang erat kaitannya dengan gerakan pasukan dan navigasi ke dalam polisi perang yang dipandang paling menguntungkan untuk memperoleh kemenangan. Penetapan strategi tersebut harus didahului oleh analisis kekuatan musuh yang meliputi jumlah personal, kekuatan senjata, kondisi lapangan, posisi musuh, dan sebagainya. Dalam perwujudannya, strategi tersebut akan dikembangkan dan dijabarkan lebih lanjut menjadi tindakan- tindakan nyata dalam medan pertempuran.

Istilah strategi dewasa ini banyak dipakai oleh bidang-bidang ilmu lainnya, termasuk juga dalam dunia pendidikan. Secara umum strategi mempunyai pengertian sebagai suatu garis besar haluan dalam bertindak untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan. Kemudian jika dihubungkan dengan kegiatan belajar mengajar, maka strategi dalam artian khusus bisa diartikan sebagai pola umum kegiatan yang dilakukan guru-murid dalam suatu perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.

Dalam pemilihan strategi haruslah dipilih strategi yang tepat, pengajaran yang diberikan kepada anak didik tidak bersifat paksaan bahkan perilaku pemimpin kadang tidak perlu dilakukan. Sebagai gantinya, para pendidik harus bersikap ngemong atau among. Para guru seharusnya tidak mengajarkan pengetahuan mengenai dunia secara dogmatik. Sebaliknya mereka hanya berada dibelakang anak didik sambil memberi dorongan untuk manju, secara khusus mengarahkan ke jalan yang benar, dan mengawasi kalau-kalau anak didik menghadapi bahaya atau rintangan. Anak didik harus memiliki kebebasan untuk maju menurut karakter masing-masing dan untuk mengasah hati nuraninya. Dengan demikian tugas pendidik adalah memikirkan dan memilih strategi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran serta karakteristik anak didiknya.

Tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan akan dapat tercapai secara berdaya guna dan berhasil guna, maka guru dituntut untuk memiliki kemampuan mengatur secara umum komponen-komponen pembelajaran sedemikian rupa sehingga terjalin keterkaitan fungsi antara komponen pembelajaran yang dimaksud. Untuk melaksanakan tugas secara profesional guru diharuskan memiliki wawasan yang mantap tetang strategi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan belajar atau tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan, baik dalam arti efek instruksional (tujuan yang telah dirumuskan secara eksplisit) maupun dalam arti efek pengiring (hasil yang didapat dalam proses pembelajaran), misalnya: kemampuan berfikir kritis, kreatif, terbuka, dll.

 

Pengertian dan Tujuan Pembelajaran (Learning Objectives)

 

Kata pembelajaran sengaja dipakai sebagai padanan kata yang berasal dari bahasa Inggris Instruction. Kata Instruction mempunyai pengertian yang lebih luas daripada pengajaran. Jika kata pengajaran ada dalam konteks guru-murid di kelas (ruang) formal, pembelajaran atau Instruction mencakup pula kegiatan belajar mengajar yang tak dihadiri guru secara fisik. Oleh karena dalam Instruction yang ditekankan adalah proses belajar, maka usaha-usaha yang terencana dalam manipulasi sumber-sumber belajar agar terjadi proses belajar dalam diri siswa kita sebut pembelajaran.

Learning Objectives (LO) adalah istilah yang menggabungkan (compounding) dua kata, yaitu kata Learning yang berarti “belajar” atau pembelajaran dan kata Objectives yang berarti “tujuan”. Secara harfiah LO itu berarti tujuan belajar, sedangkan menurut istilah adalah sebagai berikut:

Cranton mengemukakan bahwa tujuan pembelajaran adalah pernyataan-pernyataan tentang pengetahuan dan kemampuan yang diharapkan dari peserta setelah selesai pembelajaran.  Sementara itu, Meger dalam bukunya yang berjudul Preparing Instructional Objetives, menyatakan bahwa tujuan pembelajaran adalah gambaran kemampuan mahasiswa yang menunjukkan kinerja yang diinginkan yang sebelumnya mereka tidak mampu.

Di samping tersebut di atas, ada juga yang mengemukakan bahwa tujuan pembelajaran adalah Learning Objectives are statement articulating the learning your will achieve in your cours. Artinya bahwa tujuan pembelajaran ialah pernyataan-pernyataan yang menyatakan hasil belajar yang akan dicapai oleh mahasiswa pada mata kuliah anda.

Ada beberapa istilah semakna dengan Learning Objectives (LO), di antaranya adalah Learning Outcomes dan Tujuan Intruksional. Istilah yang populer digunakan di Indonesia adalah tujuan instruksional. Adapun tujuan intruksional dibagi menjadi dua, yaitu: (1) tujuan intruksional umum (TIU), yaitu pernyataan yang menggambarkan kemampuan umum yang seharusnya dicapai oleh mahasiswa setelah menyelesaikan satu bidang studi atau mata kuliah selama satu semester. (2) tujuan intruksional khusus (TIK), yaitu tujuan yang menggambarkan hasil belajar yang harus dicapai oleh mahasiswa setelah tatap muka dengan satu pokok bahasan atau topik pelajaran tertentu.

Namun pembahasan kali ini, penekanan istilah yang digunakan adalah Learning Objectives (LO), yaitu pernyataan-pernyataan yang menggambarkan hasil belajar yang akan dicapai oleh mahasiswa setelah melalui proses pembelajaran satu semester. Meskipun LO dibuat untuk satu semester, tetapi tidak berarti pernyataan-pernyataan itu dibuat bersifat general (tidak operasioanal), sebagaimana yang terdapat dalam TIU atau TPU. LO harus tetap spesifik (operasional), akan tetapi, sifat spisifik itu tidaklah berarti seperti apa yang ada dalam TIK atau TPK yang hanya menggambarkan tujuan untuk satu kali tatap muka. Satu hal yang juga harus diperhatikan bahwa LO itu seyogianya bersifat content-free, maksudnya dalam menyusun LO jangan hanya mengambil dari topik materi yang ada dalam silabus yang mencakup pokok bahasa satu kali tatap muka. Contoh LO (Tujuan Pembelajaran) yang berorientasi kepada konten adalah sebagai berikut:

a. Mahasiswa mampu mengidentifikasi bagian-bagian dari hati.

b. Mahasiswa mampu mengidentifikasi bagian-bagian dari paruparu.

c. Mahasiswa mampu menggambarkan fungsi-fungsi hati.

d. Mahasiswa mampu menggambarkan fungsi paru-paru.

Keempat LO di atas dapat diformulasikan menjadi dua hal LO yang lebih general, yaitu sebagai berikut:

a. Mahasiwa mampu mengidentifikasi bagian-bagian dari sebuah struktur yang diberikan.

b. Mahasiswa mampu menggambarkan fungsi-fungsi dari struktur yang diberikan.

Dari dua pernyataan tersebut menggambarkan dengan jelas tetang tipe kinerja yang harus didemonstrasikan oleh mahasiswa. Namun, ia tidak terkait secara langsung dengan bagian-bagian tubuh tertentu, seperti pada empat contoh sebelumnya. Keuntungan dari pernyataan bebas materi (content-free) yaitu dapat digunakan untuk beberapa unit pembelajaran.

 

Pengertian Strategi Pembelajaran

 

Dalam proses belajar-mengajar, guru harus memiliki strategi, agar siswa dapat belajar secara efektif dan efesien. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu ialah harus menguasai teknik-teknik penyajian, atau biasanya disebut metode mengajar. Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bersifat edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antar guru dan anak didik. Interaksi yang bersifat edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaraan dilakukan. Guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajaran secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatu guna kepentingan pengajaraan.

Dalam kamus ilmiah populer strategi mempunyai arti ilmu siasat atau muslihat untuk mencapai suatu tujuan. Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai tujuan atau sasaran yang ditentukan. (Syaiful Bahri Jamrah dan Aswan Zain, 1996: 5) Dihubungkan dengan proses pembelajaran, strategi biasa diartikan sebagai siasat atau pola-pola umum kegiatan guru dan anak didik dalam perwujudan kegiaatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkaan.

Mc. Leod mengatakan bahwa secara harfiah dalam bahasa Inggris kata “strategi” dapat diartikan sebagai seni (art) melakasanakan strategem yakni siasat atau rencana. (Muhibbin Syah, 2003: 214) Istilah startegi sering digunakan dalam banyak konteks dengan makna yang tidak sama. Dalam kontek pembelajaran, Nana Sudjana juga mengatakan bahwa strategi mengajar adalah ” taktik” yang digunakan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar (pembelajaran) agar dapat mempengaruhi siswa (peserta didik) untuk mencapai tujuan pembelajaran (TIK) secara efektif dan efesien.

Hilda Taba menyatakan bahwa strategi pembelajaran adalah caracara yang dipilih oleh guru dalam proses pembelajaran yang dapat memberikan kemudahan dan fasilitas bagi siswa menuju tercapainya tujuan pembelajaran. Sedangkan menurut Slameto strategi adalah suatu rencana tentang cara-cara pendayagunaan dan penggunaan potensi dan sasaran yang ada untuk mreningkatkan efektivitas dan efesiensi dalam kontek ini adalah pembelajaran.

Strategi Pembelajaran merupakan garis besar haluan bertindak untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dalam arti ilmu dan kiat didalam memanfaatkan segala sumber yang dimiliki dan/atau yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Strategi Pembelajaran adalah metode dalam arti luas yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, penilaian, pengayaan, dan remedial yaitu memilih dan menentukan perubahan perilaku, pendekatan prosedur, metode, teknik, dan norma-norma atau batas-batas keberhasilan.

 

Sekian penjelasan dan pemaparan dari saya. Mohon maaf apabila ada salah kata atau kalimat yang sedikit untuk dipahami.

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh