STRATEGI PEMBELAJARAN #2

 

A'udzubilillahiminasyaithaanirrajim

Bismillahirahmanirahim

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh teman-teman yang di rahmati Allah. Apa kabarnya hari ini? Semoga selalu dalam lindungan Allah ya..

 

STRATEGI PEMBELAJARAN #2

 

Unsur-Unsur Strategi Pembelajaran

 

Agar dapat merancang serta melaksanakan strategi pembelajaran yang efektif perlu memperhatikan unsur-unsur strategi dasar atau tahapan langkah sebagai berikut:

1. Menetapkan spesifikasi dari kualifikasi perubahan perilaku, tujuan selalu dijadikan acuan dasar dalam merancang dan melaksanakan setiap kegiatan pembelajaran. Oleh sebab itu tujuan pembelajaran harus dirumuskan secara spesifik dalam arti mengarah kepada perubahan perilaku tertentu dan operasional dalam arti dapat diukur.

2. Memilih pendekatan pembelajar, suatu cara pandang dalam menyampaikan yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran harus dipertimbang dan dipilih jalan pendekatan utama yang dipandang paling ampuh, paling tepat, dan paling efektif guna mencapai tujuan.

3. Memilih dan menetapkan metode, teknik, dan prosedur pembelajaran. (1) Metode merupakan cara yang dipilih untuk menyampaikan bahan sesuai dengan tujuan pembelajaran (2) Teknik merupakan cara untuk melaksanakan metode dengan sarana penunjang pembelajaran yang telah ditetapkan dengan memperhatikan kecepatan dan ketepatan belajar untuk mencapai tujuan (3) Merancang Penilaian (4) Merancang Remedial (5) Merancang Pengayaan.

 

Macam-Macam Strategi

 

Secara umum strategi pembelajaran dibagi menjadi tiga:

1). Strategi Indukatif adalah suatu strategi pembelajaran yang memulai dari hal-hal yang khusus barulah menuju hal yang umum.

2). Strategi Dedukatif adalah suatu strategi pembelajaran yang umum menuju hal-hal yang khusus

3). Strategi campuran adalah gabungan dari strategi indukatif dan dedukatif.  Adapula strategi regresif yaitu strategi pembelajaran yang memakai titik tolak jaman sekarang untuk kemudian menelusuri balik (kebelakang) ke masa lampau yang merupakan latar belakang dari perkembangan kontemporer tersebut.

Menurut Gagne mengemukakan ada lima pendekatan yang diistilahkan dengan proses atau jalur belajar yaitu: 1. informasi verbal, 2. kemahiran intlektual, 3. pengaturan kegiatan kognitif, 4. keterampilan motorik dan 5. sikap. Sedang merumuskan tujuan pembelajaran Gagne tetap berpedoman dengan taksonomi Bloom dan kawan-kawan dengan 3 ranah perwujudan pembelajaran menurut Gagne

 

Ruang Lingkup Strategi Pembelajaran

 

Strategi pembelajaran aktualisasinya berwujud serangkaian dari keseluruhan tindakan strategis guru dalam rangka mewujudkan kegiatan pembelajaran yang efektif dan efisien. Efektifitas Strategi dapat diukur dari tingginya kuantitas dan kualitas hasil belajar yang dicapai anak. Sedangkan efisien dalam arti penggunaan Strategi yang dimaksud sesuai dengan waktu, fasilitas, maupun kemampuan yang tersedia. Secara singkat, menurut Slameto strategi pembelajaran mencakup 8 unsur perencanaan tentang: 1. Komponen sistem yaitu guru/dosen, siswa/mahasiswa baikdalam ikatan kelas, kelompok maupun perorangan yang akan terlibat dalam kegiatan belajar mengajar telah disiapkan, 2. Jadwal pelaksanaan , format dan lama kegiatan telah disiapkan, 3. Tugas-tugas belajar yang akan dipelajari dan yang telah diidentifikasikan, 4. Materi/bahan belajar, alat pelajarandan alat bantu mengajar yang disiapkan dan diatur, 5. Masukan dan karakteristik siswa yang telah diidentifikasikan, 6. Bahan pengait yang telah direncanakan, 7. Metode dan teknik penyajian telah dipilih, misalnya ceramah, diskusi dan lain sebagainya, dan 8. Media yang akan digunakan.

Keseluruhan tindakan strategis guru dalam upaya merealisasikan kegiatan pembelajaran, mencakup dimensi yang bersifat makro (umum) maupun bersifat mikro (khusus). Secara makro, strategi pembelajaran berkait dengan tindakan strategis guru dalam: (a) memilih dan mengoperasionalkan tujuan pembelajaran (b) memilih dan menetapkan setting pembelajaran (c) pengelolaan bahan ajar (d) pengalokasian waktu (e) pengaturan bentuk aklivitas pembelajaran (f) metode teknik dan prosedur pembelajaran (g) pemanfaatan penggunaan media pembelajaran (h) penerapan prinsip-prinsip pembelajaran (i) penerapan pendekatan pola aktivitas pembelajaran (j) pengemabangan iklim pembelajaran (k) pemilihan pengembangan dan pelaksanaan evaluasi.

Bertolak dari jabaran tentang tindakan strategis guru tersebut di atas, kiranya dapat dimengerti bahwa secara makro, strategi pembelajaran berhubungan dengan pembinaan dan pengembangan program pembelajaran. Oleh karena itu, strategi pembelajaran mengaktual pada strategi perencanaan, pelaksanaan dan strategi penilaian pembelajaran. Sedangkan tindakan guru yang bersifat mikro, berkaitan langsung dengan tindakan-tindakan operasional-interaktif guru di kelas. Tindakan guru yang dimaksud berhubungan dengan pelaksanaan siasat dan taktik dalam mengoperasionalkan pelaksanaan metode, teknik, prosedur pembelajaran maupun siasat dan taktik operasional dalam penggunaan media dan sumber pembelajaran.

 

Klasifikasi Belajar Mengajar

 

Menurut Tabrani dkk. dalam Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain menyatakan bahwa terdapat berbagai masalah sehubungan dengan strategi belajar mengajar yang secara keseluruhan diklasiflkasikan seperti berikut:

a.      Konsep dasar belajar mengajar

Konsep dasar strategi belajar mengajar meliputi:

1) Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku,

2) Menentukan pilihan berkenaan dengan pendekatan terhadap masalah belajar mengajar,

3) Memilih prosedur, metode dan teknik belajar mengajar, dan

4) Menerapkan norma dan kriteria keberhasilan kegiatan belajar mengajar

b.      Sasaran kegiatan belajar mengajar

Setiap kegiatan belajar mengajar mempunyai sasaran atau tujuan. Tujuan itu bertahap dan berjenjang mulai dari yang sangat operasional dan konkret. Persepsi guru atau persepsi anak didik mengenai sasaran akliir kegiatan belajar mengajar akan mempengaruhi persepsi mereka terhadap sasaran-antara serta sasaran-kegiatan. Sasaran itu harus diterjemahkan ke dalam ciri-ciri perilaku kepribadian yang didambakan.

c.      Belajar mengajar sebagai suatu sistem

Belajar mengajar sebagai suatu sistem mengacu pengertian sebagai seperangkat komponen yang sal ing bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan. Selaku suatu sistem, belajar mengajar meliputi suatu komponen antara lain tujuan, bahan, siswa, guru, metode, situasi dan evaluasi. Agar tujuan tercapai, maka semua komponen yang ada harus diorganisasikan sehingga antar sesama komponen terjadi kerja sama. Karena itu guru tidak boleh hanya memperhatikan komponen tertentu saja, tetapi harus mempertimbangkan komponen secara keseluruhan.

d.      Hakikat proses belajar

Belajar proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan. Artinya, tujuan kegiatan adalah perubahan tingkah laku, baik yang menyangkut pengetahuan, ketrampilan maupun sikap, bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi. Kegiatan belajar mengajar seperti mengorganisasi pengalaman belajar, mengolah kegiatan belajar mengajar, menilai proses dan hasil belajar, kesemuanya termasuk dalam oakupan tanggung jawab guru.

e.      Entering

Hasil kegiatan belajar mengajar tercermin dalam perubahan perilaku, baik secara material-substansional, struktural-fungsional, maupun secara behavior. Yang dipersoalkan adalah kepastian bahwa tingkat prestasi yang dicapai siswa itu apakah benar merupakan kegiatan belaja mengajar yang bersangkutan. Untuk kepastiannya seharusnya guru mengetahui tentang karakteristik perilaku anak didik saat mereka mau masuk sekolah dan mulai dengan kegiatan belajar mengajar dilangsungkan, tingkat dan jenis karakteristik perilaku anak didik yang telah dimilikinya ketika mau mengikuti kegiatan belajar mengajar. Itulah yarig dimaksud dengan entering behavior siswa.

f.       Pola-pola belajar siswa

Robert M. Gagne membedakan pola belajar siswa ke dalam delapan tipe, di mana yang satu merupakan prasyarat bagi lainnya yang lebih tinggi hirarkinya. Pola-pola itu adalah: 1) Signal Learning (belajar isyarat) 2) Stimulus Response Learning (belajar stimulus-respon) 3) Chaining (rantai atau rangkaian), 4) Verbal Association (asosiasi verbal) 5) Discrimination Learning (belajar kriminasi) 6) Concept Learning (belajar konsep) 7) Rule Learning (belajar aturan) 8) Problem Solving (memecahkan masalah).

 

Hubungan Antara Tujuan Strategi Dan Evaluasi

 

Komponen-komponen dasar program pembelajaran meliputi: (a) tujuan yang akan dicapai, (b) strategi pembelajaran yang terdiri atas berbagai kegiatan yang berhubungan dengan pelaksanaan metode, teknik, alat, media dan prosedur pembelajaran, dan (c) komponen evaluasi pembelajaran. Berbagai komponen pembelajaran tersebut berkait secara interaktif dan fungsional antara satu derigan yang lain.

Keterkaitan fungsional dan timbal balik antara tujuan pembelajaran dengan strategi dapat dijelaskan bahwa, strategi pembelajaran merupakan wahana untuk mencapai tujuan pembelajaran dan sebaliknya tujuan menjadi acuan dalam penentuan strategi. Dikatakan sebagai wahana untuk mencapai tujuan pembelajarann, menginigat tindakan-tindakan strategis guru dalam pelaksanaan pembelajaran tersebut bermaksud untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sebagai implikasi dari fakta bahwa strategi pembelajaran tersebut sebagai wahana untuk mencapai tujuan pembelajaran, maka jenis-jenis strategi yang digunakan memerlukan penyesuaian-penyesuaian agar relevan dengan karakteristik tujuan yang akan dicapai. Mengingat hal itu, maka tujuan pembelajaran merupakan acuan dalam perencanaan strategi pembelajaran yang akan digunakan. Sementara itu, hubungan fungsional dan timbal balik antara tujuan pernbelajaran dengan evaluasi adalah bahwa evaluasi adalah alat untuk mengukur ketercapaian tujuan. Dengan evaluasi, dapat diukur kuantitas dan kualitas pencapaian tujuan pembelajaran. Sebaliknya, oleh karena evaluasi sebagai alat ukur ketercapaian tujuan, maka tolok ukur perencanaan dan pengembangannya adalah tujuan pembelajaran. Artinya, perencanaan dan pengembangan evaluasi menyesuaikan dengan karakteristik tujuan pembelajaran. Sehubungan dengan itu, maka teknik, substansi, maupun instrument evaluasi yang akan digunakan, perencanaan dan pengembangannya mengacu pada tujuan-tujuan pembelajaran.dengan demikian evaluasi merupakan alat ukur untuk mengetahui tingkat pencapaian tujuan pembelajaran, dan sebaliknya tujuan pembelajaran menjadi parameter dalam perencanaan dan pengembangan evaluasi.

Demikian pula strategi pembelajaran dengan evaluasi memiliki hubungan fungsional dan timbal balik pula. Hubungan fungsional antara strategi dengan evaluasi tersebut bertolak dari fakta bahwa strategi pembelajaran aktualisasinya berupa serangkaian proses yang berfungsi sebagai wahana untuk pencapaian tujuan. Untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi fungsi tersebut, diperlukan alat pengukur yakni evaluasi.

 

Aplikasi Strategi Dalam Pembelajaran

 

Pada dasarnya tahap-tahap kegiatan mengajar itu mencakup persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut. Sebetulnya strategi bclajar mengajar meliputi seluruh kegiatan/tahapan-tahapan tersebut, tetapi titik beratnya berada (terutama) di tahap persiapan.

a. Persiapan pengajaran

1). Perumusan tujuan pengajaran Rumusan tujuan pengajaran merupakan pernyataan tentang apa yang diharapkan untuk diketahui, dilakukan dan dihayati oleh siswa seteiah menyelesaikan suatu kegiatan belajar. Kemampuan yang diperoleh sebagai hasil mengikuti pengalaman belajar, pada hakikatnya perubahan tingkah laku yang dapat diukur atau sekurang-kurangnya ada sesuatu yang dapat dijadikan indikator terjadinya perubahan. Dengan demikian, menurut Muhaimin dkk. “merumuskan bahawa tujuan yang akan dicapai adalah merupakan aspek terpenting yang harus diperhatikan dalam mengajar”.

2). Pengembangan alat evaluasi

Untuk mengukur keberhasilan pencapaian tujuan pengajaran, disusun alat evaluasi yang sesuai dengan perubahan tingkah iaku. Pada tahap ini dirancang alat evaluasi yang akan digunakan seperti tes lisan, tertulis, perbuatan dan Iain-lain.

3). Analisis tugas belajar dan identifikasi kemampuan siswa

Kemampuan yang ingin dicapai sebagai tujuan pengajaran, diurai (dianalisis) atas unsur-unsur tingkah laku yang membentuk kemampuan tersebut. Unsur-unsur yang telah diidentifikasi tersebut diseleksi sehingga unsur-unsur yang belum dikuasai sejalah yang dipilih sebagai bahan pelajaran. Pada tahap ini juga diidentifikasi karakteristik individual siswa seperti: kecerdasan/bakat, kebiasaan belajar, motivasi belajar, kemampuan awal dan kebutuhan belajar siswa, terutarna yang menyangkut kesulitan belajarnya.

4). Penyusunan strategi belajar mengajar

Strategi belajar mengajar pada hakikatnya adalah rencana kegiatan belajar mengajar yang dipilih oleh guru dalam rangka usaha pencapaian tujuan pengajaran yang telah disiapkan. Kriteria yang biasa dipakai dalam memilih strategi adalah: efisiensi, efektivitas dan keterlibatan siswa.

 

Sekian penjelasan dan pemaparan dari saya. Mohon maaf apabila ada salah kata atau kalimat yang sedikit untuk dipahami.

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh