KULTUR SEKOLAH

 

A'udzubilillahiminasyaithaanirrajim

Bismillahirahmanirahim

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh teman-teman yang di rahmati Allah. Apa kabarnya hari ini? Semoga selalu dalam lindungan Allah ya..

 

Pengertian Kultur Sekolah

 

Baiklah teman-teman, kali ini saya akan menjelaskan dan memaparkan penjelasan mengenai Kultur Sekolah. Apa sih pengertian dari Kultur itu? Nah, ada berbagai macam pengertian dari Kultur. Disini saya akan mengutip pengertian dari kultur menurut para ahli.

Brown mengungkapkan kata budaya (culture) secara umum merujuk kepada sebuah kumpulan nilai-nilai, sikap, kepercayaan, dan norma-norma yang diyakini bersama baik ekplisit maupun implisit (Farida Hanum, 2013: 194). Pendapat lain dikemukakan oleh Diana Febriana (2008: 13) yang menyebutkan kultur sebagai pandangan hidup yang diakui dan diyakini bersama oleh suatu kelompok masyarakat, yang mencakup cara berfikir, pola teladan pengetahuan, perilaku, keyakinan, ideologi, norma, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat-istiadat, mitos, siap, kebiasaan, nilai yang tercermin dapat berwujud fisik maupun abstrak, serta cara hidup untuk melakukan penyesuaian dengan lingkungannya, dan sekaligus cara dalam memandang persoalan dan memecahkannya.

Nah, seperti yang kita ketahui bahwa budaya merupakan sebuah sistem yang memiliki nilai, yang dapat dijadikan sebagai sumber informasi pengembangan wawasan dan pengetahuan sehingga nantinya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Budaya tersebut untuk mengatur tata cara berperilaku, berinteraksi, serta melakukan penilaian-penilaian terhadap lingkungan sekitar kita.

Oleh karena itu kultur merupakan pandangan hidup yang diyakini dan diakui Bersama oleh setiap orang, sehingga dapat menggenerasi yang mencaklup pola berfikir, perilaku, tingkah laku, sikap dan nilai yang dapat diwujudkan dalam bentuk fisik majupun abstrak. Dan kultur juga bisa diartikan sebagai suatu norma, kebiasaan, pengalaman, dan tradisi yang lahir dan mengakar dari suatu masyarakat dan memiliki pengaruh bagi lingkungan disekitarnya.

Lantas, apa sih pengertian dari kultur sekolah? Dan bagaimana sih penjelasannya? Nah, sebelumnya saya akan mengutip pengertian kultur sekolah dari beberapa para ahli.

Menurut Deal and Peterson yang dikutip oleh Ariefa Efianingrum (2013: 22) sekolah berperan untuk mentransfer kebudayan dari generasi ke generasi yang harus memperhatikan kondisi masyarakat dan kebudayaan umum karena kebudayaan yang berkembang disekolah memiliki pola prilaku tertentu dan merupakan bagian dari masyarakat luas yang memiliki ciri khas sebagai sub-kebudayaan. Sekolah juga merupakan salah satu institusi sosial yang dapat berpengaruh terhadap proses sosialisasi serta memiliki fungsi untuk mewarisi kebudayaan dalam masyarakat kepada anak (Ariefa Efianingrum, 2009: 16-17).

Nah, dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa sekolah bukan hanya sebagai sebagai tempat atau wadah untuk menampung sisiwa atau peserta didik dalam menuntut ilmu akan tetapi berfungsi untuk mentransfer kultur atau kebudayaan yang berkembang di suatu masyarakat kepada siswa, namun tetap harus memperhatikan kondisi masyarakat dan kebudayaan umum, karena seperti yang kita ketahui bahwa kebudayaan yang berkembang luas sangat memiliki pengaruh besar terhadap pola perilaku, sikap dan karakter, sebagai suatu ciri khas dari masyarakat sekitar terhadap proses sosialisasi dan pola tingkah laku siswa atau peserta didik.

Baiklah, saya akan mengutip lagi, pengertian dari kultur sekolah menurut para ahli, agar wawasan kita semakin bertambah.

Budaya sekolah menurut Petersonadalah sebuah jaringan bersifat kompleks pada tradisi dan ritual yang telah berkembang dari waktu ke waktu oleh guru, siswa, orang tua dan administrator yang berkinerja untuk menangani krisis prestasi. Dengan demikian perkembangan budaya sekolah tidak berlangsung singkat, akan tetapi merupakan perjalanan yang panjang yang terus diyakini dari masa ke masa oleh seluruh warga sekolah seperti yang dikemukakan oleh Peterson (Ariefa Efianingrum, 2013: 23).

Hoy, Tarter, dan kottkamp (Farida Hanum, 2013: 195) mendefinisikan budaya sekolah adalah sebuah sistem orientasi bersama (norma-norma, nilai-nilai, asumsi-asumsi dasar) yang di pegang oleh seluruh anggota sekolah, yang menjaga keeratan unit dan memberikan identitas yang berbeda. Budaya (culture) dapat menjadi ciri khas dari suatu sekolah yang menjadi identitas yang melekat berdasarkan nilai, keyakinan, serta asumsi yang berkembang didalam sekolah. Budaya sekolah atau kultur sekolah berkembang dari waktu ke waktu sebagai pengalaman atas cerminan perilaku dan menjadi karakteritik dari suatu sekolah.

Nah, dari penjelasan diatas mengenai pengertian kultur sekolah yang dipaparkan oleh para ahli, dapat disimpulkan bahwa kultur sekolah adalah sebuah keyakinan, nilai-nilai serta asumsi yang dipercaya oleh setiap orang yang dapat menjadi sebuah ciri khas dari sekolah yang nantinya dapat berguna atau bermanfaat sebagai cara untuk pemecahan masalah atau sebagai solusi yang dianggap benar dan nantinya akan diwariskan dari generasi ke generasi yang terus akan bwerkembang dan dikembangkan untuk menjaga keeratkan dan keharmonisan seluruh warga sekolah.

Nah, berdasarkan beberapa penjelasan diatas mengenai kultur sekolah, jadi kultur sekolah memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan suatu sekolah, oleh karena itu peran kultur sekolah sangat penting untuk dipahami dan dipelajari seluruh warga sekolah, tidak hanya siswanya saja, tapi gurunya juga harus. Ciri khas tersebut akan melekat dan menjadi darah daging pada setiap anggota-anggota sekolah yang dapat di gambarkan dalam pola perilaku, tingkah laku, sikap dan proses interaksi yang terus terus menerus menggenerasi dari waktu ke waktu. Sehingga kultur atau tradisi tersebut akan diyakini sebagai cara yang benar untuk terus diadopsi oleh setiap generasi.

 

Fungsi dan Peran Kultur Sekolah

 

Nah, berdasarkan penjelasan dan pemaparan diatas mengenai pengertian dari kultur sekolah, sekarang kita akan menjelaskan fungsi dan peran dari kultur sekolah, antara sebagai berikut.

1.     Sebagai ciri khas yang dapat menjadi identitas serta citra suatu lembaga pendidikan. Dalam fungsi dan peran kultur sekolah ini dapat menjadi ciri tersendiri dari suatu sekolah yang menjdi ciri khas dan membedakan antara sekolah satu dengan yang lainnya sesuai dengan kultur yang berkembang didalam sekolah.

2.     Sebagai pedoman, kultur sekolah dapat menjadi pedoman atau pandangan bagi warga sekolah dalam batasan berprilaku yang sudah disepakati dan menggenerasi dari waktu ke waktu.

3.     Sebagai cara pemecahan masalah, kultur sekolah dapat menjadi sebuah keyakinan cara untuk memecahkan masalah, terbentuknya kultur sekolah tidak dapat menggunakan cara yang singkat. Untuk itu dalam hal ini kultur sekolah dapat manjadi keyakinan warga sekolah dalam memecahkan masalah menggunakan cara yang dipercayai dan dianggap benar untuk memecahkan suatu masalah.

4.     Sebagai strategi, kultur sekolah dapat dijadikan sebagai strategi untuk sekolah sebagai bahan agar dapat dibanggakan ataupun sebagai nilai popularitas sekolah. Strategi ini dapat difungsikan untuk membuat kebijakan sekolah dalam mengolah sumber daya yang terdapat di seuatu lembaga pendidikan.

5.     Sebagai tata nilai, dengan adanya kultur sekolah dapat menggambarkan situasi sosial sekolah seperti perilaku. Dengan adanya tata nilai yang berkembang disekolah, sekolah dapat merealisasikan dalam kebijakan sekolah sebagai harapan bagi warga sekolah dalam mewujudkan tujuan dari adanya pendidikan yang dapat dimuat dalam visi serta misi sekolah.

Nah, teman-teman ternyata kultur sekolah tidak hanya berpengaruh pada kegiatan dan interaksi warga sekolah, tetapi juga mempengaruhi semangat dan motivasi seluruh warga sekolah dalam menjalani berbagai macam aktivitas dan kegiatan. Bukan hanya itu saja, kultur sekolah juga memiliki pengafruh yang mendalam terhadap proses dan cara belajar siswa.

Pada tahap awal ternyata kultur sekolah dibentuk melalui jaringan yang bersifat formal seperti dalam seperangkat nilai serta norma yang ditetapkan oleh pihak sekolah sebagai acuan atau Batasan bagi setiap warga sekolah untuk bertingkah laku, perberilaku, bersosialisasi dan bertindak.

Namun dengan seiring perkembangan zaman yang begitu pesat, perlahan kultur sekolah akan tertanam melalui jaringan yang bersifat informal, dengan demikian, siapapun yang masuk kedalam lingkungan sekolah tersebiut diharuskan untuk beradaptasi dengan nilai kultural yang berlaku.

Nah, menurut Deal dan Peterson (1999) menungkapkan jika kultur sekolah mempengaruhi hubungan antarsesama sekolah dan segala aktivitas yang bersifat kolaboratif yang berpengaruh pada komunikasi yang lebih baik dan dalam pemecahan masalah. Dalam hal ini kultur sekolah memiliki pengaruh sangat kuat, karena dengan adanya hubungan komunikasi yang baik antarsesama yakni seluruh warga sekolah dapat membantu pihak sekolah untuk memahami kebutuhan siswa begitupun sebaliknya sehingga masalah[1]masalah yang terjadi didalam sekolah dapat terpecahkan dengan baik.

 

Karakteristik Kultur Sekolah

 

Ternyata kultur sekolah sangat memiliki pengaruh atau memiliki peranan penting dengan perbaikan mutu sekolah, oleh karena itu sekolah harus memperhatikan setiap kultur yang berkembang di dalam lingkungan sekolah. Nah, menurut Farida Hanum (2013: 202) mengungkapkan sekolah harus menanggapi secara serius keberadaan kultur yang berkembang di sekolah dengan berbagai sifat yang ada, sehat-tidak sehat, kuat-lemah, positif-negatif, kacau-stabil, dan hasil dari konsekuensi yang akan dirasakan oleh pihak sekolah terhadap perbaikan sekolah.

Kultur sekolah dapat dibedakan menjadi dua yaitu, kultur sekolah positif dan kultur sekolah negative. Kultur sekolah positif merupakan kultur sekolah yang dapat meningkatkan mutu sekolah serta mutu kehidupan, seperti sehat, kuat, stabil, dan aktif. Kultur sekolah yang positif dapat memperbaiki mutu sekolah sehingga dapat memberikan peluang bagi sekolah dan warga sekolah untuk mengoptimalkan kinerja agar lebih efisien dan efektif. Untuk itu kultur sekolah yang positif harus terus dikembangkan dan menjadi tanggung jawab bagi seluruh warga sekolah.

Kultur sekolah negatif tentunya merupakan kebalikan dari kultur sekolah positif, kultur sekolah negatif merupakan kultur sekolah yang tidak kondusif sehingga dapat menghambat sekolah dalam peningkatan mutu serta kualitas sekolah. Nah, sejalan dengan penjelasan yang diberikan Depdiknas, Djemari Mardapi (2003) juga mengemukakan kultur sekolah positif dan kultur sekolah negatif, sebagai berikut:

1.     Kultur sekolah yang positif

Kultur sekolah yang positif merupakan kultur dimana sekolah menyediakan kegiatan-kegiatan yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan, seperti kerjasama dalam mencapai prestasi, penghargaan terhadap prestasi, serta komitmen terhadap belajar.

2.     Kultur sekolah yang negative

Kultur sekolah yang negatif merupakan kultur yang kontra terhadap peningkatan mutu pendidikan, yang dalam arti kata lain resisten terhadap perubahan.

Dalam hal ini sekolah harus menyadari dan memahami secara benar kultur sekolah yang berkembang di sekolah, sehingga pihak sekolah mampu menindaklanjuti ataupun meminimalisir kultur sekolah yang berkembang didalam sekolah dalam perbaikan kualitas sekolah. Kerja sama setiap warga sekolah dalam memberikan informasi serta wawasan akan unsur kultur sekolah ada yang bersifat positif dan negatif, dalam kaitannya dengan mengenali aspek kultural yang cocok dan menguntungkan serta aspek yang cenderung dapat melemahkan dan merugikan pihak sekolah terkait.

 

Sekian penjelasan dan pemaparan dari saya. Mohon maaf apabila ada salah kata atau kalimat yang sedikit untuk dipahami.

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh